"Saga! Sayang!" Aluna pergi ke ruang tamu. Siapa tahu aja Sagara di sana. Tetapi tidak ada. Meski anak itu menghilang di sekitar rumah, tetap saja cemas. Ia kembali ke ruang tengah dan bertemu dengan suami yang baru saja kembali dari kamar. "Ada?" Ervan menggeleng. Tidak habis pikir ke mana anaknya menghilang padahal masih di dalam rumah. Tidak mungkin pergi jauh. Prang! Pasangan suami istri itu saling bertukar pandang untuk beberapa saat kemudian segera berlari ke arah sumber suara. Ervan mendorong pintu ruang kerja lebih lebar karena dari sana suara tadi berasal. Dibuangnya napas kasar saat melihat Sagara sedang berdiri berpegangan pada meja sofa. Kotak tisu sudah tergeletak di atas lantai. "Saga lagi apa di sini, Sayang?" Aluna segera menghampiri dan menggendongnya. "Ibu sama p

