108. Karena Kamu

1004 Kata

Ervan keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat. Sepertinya ia memang tidak bisa memaksakan diri. Apa ia harus menyerah sekarang? Berjalan kembali menuju mejanya dan ternyata Aluna sudah berdiri di sana. "Udahlah. Lebih baik Mas pulang aja. Gak usah memaksakan diri. Nggak usah datang lagi ke sini. Cari tempat lain yang cocok dengan kebiasaan Mas. Tadi aku udah bilang kan, tempat ini nggak cocok buat Mas apalagi dengan peraturan baru yang udah berlaku. Jelas-jelas Mas itu trauma dan gak bisa makan roti," ujar Aluna sembari menatap sinis. Tetapi meski bersikap dan berkata demikian, ia sebenarnya tidak bisa membenci pria itu meski tahu bahwa ujian hidup yang ia terima semua karena ulah sang pria. Ia sendiri tidak tahu kenapa, padahal seharusnya ia membenci pria ya sudah menyebabkan anak da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN