"Luna, kamu baik aja kan?" Ervan kembali bertanya. Tetapi Aluna masih sibuk dengan pikirannya. "Mas apa kita perginya gak pakai mobil aja?" tanya Aluna pada sang suami—Ardi. "Macet, Sayang kalau pakai mobil. Kita juga udah ditungguin. Kalau pakai motor kan enak bisa nyelip-nyelip." "Nyelip-nyalip juga percuma Mas kalau nanti ujung-ujungnya bukan sampai ke tempat acara malah ke rumah sakit," takut Aluna. Ardi terkekeh sembari mencubit pucuk hidung sang istri. "Ya kamu mikirnya jangan jauh-jauh ke situ. Kita pasti sampai ke tujuan akhir kita. Nayla udah siap?" Aluna mengangguk tanpa mengatakan apa-apa. Perasaannya saat ini sedang tidak enak. Entah kenapa. Ditatapnya pria yang sudah memberinya satu anak tersebut. "Kenapa kamu ngeliatin aku kayak gitu?" Bertanya dengan kening mengenyit.

