33. Hanya Alasan

1102 Kata

"Kenapa kamu di sini?" Aluna masih cukup terkejut dengan kedatangan pria itu. "Gak boleh?" "Ya boleh. Cuma tumben aja kamu ke sini gak bilang-bilang dulu," sahut Aluna. "Kamu bawa apa? Kok kayak orang yang mau pindahan?" Pria itu bertanya seraya mengutip isi keranjang yang ada di tangan Aluna. Keningnya mengernyit. "Itu bayi beneran apa boneka?" Sagara yang merasa terganggu, menggeliat dan akhirnya membuka mata. "Hih! Itu bayi beneran, ya? Punya siapa?" pekik pria itu dengan mata membola. "Ya kali aku bawa boneka," delik Aluna. "Kamu berisik sih. Jadi bangun 'kan dia," omelnya sembari mengangkat tubuh kecil Sagara. "Om-nya berisik, ya? Kasian, Saga jadi terganggu tidurnya." Ia mengecup pipi halus anak laki-laki tersebut. Sagara tersenyum. "Aku yang tadi boneka." "Kamu pikir aku a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN