75. Masa Lalu

1105 Kata

Nina diam. Tatapan tertuju pada tamu wanita satu-satunya. Meski sudah lama tidak bertemu, ia masih sangat ingat dan yakin bahwa ia tidak salah mengenali. "Sayang!" Ilham menyentuh lengan sang istri yang berdiri di depan pintu. Nina terkejut. "Kenapa kamu kayak kaget gitu?" tanya Ilham, menatap heran. "Gak apa-apa, Mas," sahut Nina. "Assalamualaikum." Ervan mengucap salam saat sudah tiba di depan pintu. Tersenyum ramah pada sang yang punya rumah. "Waalaikumsalam. Ayo, mari silakan masuk." Ilham yang mempersilakan tamunya masuk. Sementara Nina, masih berdiri membeku di tempat. Tatapan masih tertuju pada orang yang sama. Sempat beberapa saat bertemu pandang saat Yeni melintas di depannya. Bayangan masa lalu kembali menari dalam ingatan Nina. Bertahun-tahun yang silam. "Aku mau kas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN