Entah kenapa bersama Kim, rasanya aku bisa jadi diriku sendiri. Nyaman dan santai. Mungkin Kim tidak sekaku dan seformal Tuan Liem, keduanya memiliki karakter dan sifat yang berbeda. Khas. Aih, lagi-lagi aku membandingkan keduanya. Apalagi? Itulah wanita, saat berhubungan dengan dua laki-laki sekaligus, dia akan menilai lalu membandingkan mana yang baik dari keduanya. Berbeda dengan laki-laki, kadang kebanyakan dari mereka, mana yang paling cantik, itulah yang terbaik. Hari ini aku tidak ada janji bertemu dengan Kim. Dia bilang, ayahnya ingin bicara serius. Aku menunggunya hingga dia menghubungiku dan mengatakan ingin mengajakku makan malam bersama ayahnya. “Tuan Liu bukannya lagi sakit?” Aku mengerutkan dahi. “Memangnya kalo lagi sakit gak boleh Adain acara makan malam? Ayah baik-baik

