*** Janji yang Rio ucapkan pada Ziya sedang ia penuhi saat ini. Gadis yang biasanya tampil cantik dengan makeup tipis di wajahnya itu kini tampak tenang dalam balutan kain khas pasien rsj Wija. Senyumnya mengembang sepanjang mereka melewati taman. Ziya tampak bahagia. Lega rasanya Rio melihat itu. Ia bersyukur karena bisa menghibur Ziya. “Gimana? Kamu suka?” tanya Rio berharap Ziya membalasnya. Ziya mengangguk berali-kali. Ia menyukain ini. Dirinya menyukai semua perhatian yang Rio berikan. Membawanya jalan sore di taman bisa membuat benak Ziya segar kembali. “Terima kasih, Mas Rio,” ucapnya. “Sama-sama,” balas Rio sembari mengacak rambut Ziya yang sudah tidak dirinya kepang lagi. “Ziya … ” “Wahhhh ayo ke sana!” ujar Ziya cepat, menghambat apa yang ingin Rio katakan tanpa sengaj

