*** Caka tidak mengerti apa yang salah dari dokter Dias sehingga menatapnya dengan tatapan tajam seakan ingin menerkamnya. Caka tidak memiliki maksud tertentu kepada Ziya. Dirinya hanya ingin menghibur Ziya saja. “Maaf dokter Dias, ada yang bisa saya bantu?” tanya Caka mencoba mencairkan suasana. Dias baru saja tersadar dari sikap dinginnya. Ia juga tidak tahu kenapa perasaannya mendadak tidak suka pada perawat muda yang Ziya anggap manis ini. “Lain kali jangan memanfaatkan keadaan pasien,” tegurnya. Caka menggeleng tidak setuju. Dirinya sama sekali tidak sedang melakukan apa yang dokter Dias tuduhkan. “Saya nggak bermaksud seperti itu, dokter,” balasnya. Raut tak suka Dias tunjukan atas bantahan yang Caka berikan. Ia melambaikan tangannya. Lalu pergi dari sana. Dirinya juga harus

