Bab Empat Puluh Sembilan

1559 Kata

*** Resmi menjadi pacar Dias membuat Ziya memiliki perasaan bangga yang tiada tara. Gadis itu kini bersenandung ria di kamar rawatnya. Ziya tidak peduli pada rasa penasaran yang terang-terangan ditunjukkan oleh Dua suster jaga yang hari ini berganti orang lagi. Keduanya yang datang sejak beberapa menit lalu itu mengernyit heran melihat tingkah pasien spesial dokter Dias Pratama itu. Mereka pun memberanikan diri untuk mendekat setelah memastikan Dua pasien lain baik-baik saja. “Apa dia baik-baik saja?” tanya salah satu dari keduanya. “Entahlah. Apa sebaiknya kita panggilkan dokter Dias? Sepertinya ada masalah sama otak Mbak Ziya. Nggak biasanya dia tersenyum seperti itu,” balas yang lainnya. Ziya yang mendengar bisik-bisik itu pun mencoba menahan tawanya. Ziya senang karena kedua s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN