Bab Empat Puluh Delapan

1600 Kata

*** Senam pagi dan acara berjemur sudah selesai. Seluruh pasien RSJ Wija dituntun untuk kembali ke brangkar masing-masing. Begitu juga dengan Rara yang sejak tadi memandang dokter Dias yang tampak sibuk bersama Ziya. Rara merasa ada yang berbeda, tetapi dirinya berusaha untuk mengerti bahwa kakaknya itu memiliki kehidupan lain selain mengurus dirinya. Rara juga ingin melihat Dias bahagia, dan bila Ziya adalah pilihannya, maka Rara pun akan setuju. Rara tidak akan membenci Ziya hanya karena mereka pernah memiliki masalah di masa lalu. Lagi pula trauma yang pernah dirinya rasakan semakin hari semakin membaik. Rara tentu tak ingin menjadi penghalang untuk kebahagian Dias. Masih memandangi tempat yang sama, Rara dituntun hingga bayangan Dias dan Ziya semakin mengecil saja. Rara tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN