Bab Empat Puluh Tujuh

2116 Kata

*** Ziya tidak ragu menganggukkan kepala saat Rio akhirnya berpamitan dengannya dan meninggalkan ruang rawatnya setelah tadi mereka mengobrol dan membuat Dias cemburu buta. Ziya melambai saat Rio menolehkan kepalanya sekali lagi untuk berpamitan. Setelah itu, ruangan hanya diisi oleh Ziya dan Dua pasien lainnya. Ziya menghela napasnya dengan berat, lalu mendudukkan dirinya di atas brangkar. Dia bingung harus melakukan apa sekarang. Tidak hal menarik yang bisa membuatnya melupakan Dias. Semua hal di rumah sakit jiwa ini selalu saja berhubungan dengan dokter muda yang gantengnya bisa membuat dirinya jatuh cinta itu. Ziya terkekeh memikirkannya. Sebenarnya, bukan hanya kegantengannya saja yang bisa membuat dirinya jatuh cinta. Namun, pribadinya pun akhirnya membuat Ziya tak bisa lari dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN