*** Bayangkan betapa bahagianya Ziya saat ini. Dias baru saja mengunjunginya setelah kemarin dan kemarinnya lagi sibuk mengurus pekerjaan. Dias juga sempat bercerita bahwa Riana sedang di skors selama seminggu dan pekerjaannya diambil alih oleh dokter Sandi. Ziya tidak peduli akan hal itu, tapi dirinya peduli pada kedatangan Dias setelah Dua hari lamanya tidak bertemu. “Mas Yas sudah nggak ada kerjaan?” tanya Ziya dengan suaranya yang manja. Dulu, Dias pasti akan kesal dan merasa jijik, sekarang dokter muda itu justru ketagihan mendengar suara manja Ziya. “Nggak!” jawabnya. Satu hal yang masih Ziya sayangkan yaitu sikap cuek Dias yang tak bisa berubah. Kadang lelaki itu memang tampak manis, tapi kadang sikap dinginnya masih saja yang paling dominan. Ziya sebal. Namun, tak sampai mem

