Bab Lima Puluh Dua

1345 Kata

*** Rio masih saja melamunkan nasib cintanya saat dokter Sandi menemuinya. Pekerjaan yang banyak tidak membuat Sandi mengabaikan keadaan Rio saat ini. Bagaimanapun juga Rio sedang patah hati. “Mau ngapain lo ke sini?” tanya Rio ketika Sandi asal masuk tanpa mengetuk pintu. Sandi juga langsung duduk tanpa dipersilakan terlebih dahulu. Sandi menarik salah satu sudut bibirnya, tapi senyum itu tak bermaksud untuk meremehkan Rio. “Dias yang minta gue ke sini. Katanya, tolong hibur Rio,” jawabnya. Iya, Sandi tahu bagaimana perasaan Rio dari Dias. Tanpa Rio sadari, tepat ketika Rio membelakangi kamar rawat Ziya, Dias tak sengaja melihatnya. Sebagai teman, sahabat, rekan kerja yang telah lama sama-sama bekerja di rumah sakit ini, Dias tidak ingin hubungannya dengan Rio memiliki jarak kareka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN