*** Riana baru saja menginjakkan kakinya di RSJ Wija setelah satu minggu lamanya di skors dari pekerjaannya. Riana tidak bersantai. Orang-orang salah bila berpikir selama ini ia hanya berdiam di rumah tanpa melakukan apapun. Diam-diam, Riana sudah mengantongi informasi mengenai Arziya Windira. Mengingat itu, membuat Riana tersenyum sinis. Ziya akan segera tamat di tangannya. Tidak aka nada yang menyangka bahwa dirinya yang akan menghancurkan Ziya. Seorang dokter jiwa yang seharusnya mengerti pasien, justru menjadi guncangan terbesar bagi pasien tersebut. Tentu saja Riana tak akan melakukannya sekarang juga. Ia akan memberi Dias kesempatan untuk memilihnya dari pada Arziya Windira, gadis tak masuk akal yang nyatanya adalah pewaris satu-satunya harta Pak Wira. Riana menggelengkan kepala

