Bab Lima Puluh Empat

2425 Kata

*** Seperti yang Dias janjikan, siang ini ia makan bersama Riana. Dias membawa Riana keluar dari rumah sakit dengan mobilnya. “Kamu nggak apa-apa kan makan siang di luar?” tanya Dias. Tentu saja ia tak ingin mengambil resiko ketahuan oleh Ziya sedang makan siang bersama mantan. Bisa marah Ziya bila melihat itu. Riana yang sudah duduk manis di mobil Dias pun menggeleng tegas. Pekerjaan bisa ditunda, pikirnya. “Nggak masalah, aku punya cukup banyak waktu,” katanya. Padahal, pekerjaannya cukup banyak setelah ditingal cuti selama seminggu. Memang, dokter Sandi melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, tapi Riana juga harus memeriksanya lagi agar tidak terjadi kesalahan di lain hari. “Mau makan siang di mana, Yas?” tanya Riana sembari tersenyum. Tentu dirinya senang karena akan makan si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN