*** Ziya baru saja menyelesaikan sarapan paginya ketika dokter Riana masuk seorang diri ke ruang rawatnya. Seperti biasa, tidak ada suster yang menyuapi Ziya karena memang dirinya tidak membutuhkan itu. Ziya masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. “Ada apa dokter Ri?” tanya Ziya begitu Riana mendekatinya. Ziya merasa tidak memiliki urusan sebagaimana dokter terhadap pasiennya. Urusannya bersama Riana hanya Satu yaitu saling memperebutkan perhatian Dias. Kira-kira apa yang diinginkan oleh dokter cantik satu ini hingga menghampirinya? Riana tak mungkin repot-repot bila tidak mengharapkan sesuatu. “Kenapa ke sini?” tanya Ziya sekali lagi. Ia masih mendudukkan dirinya karena kekenyangan. Riana terkekeh. Kentara sekali kalau dia sedang meremehkan Ziya. Tck! Gadis

