Bab 58. Bunuh Diri

1103 Kata

*** Wira baru saja meminta seseorang masuk setelah mendengar ketukan pintu yang diiring suara memanggil namanya. Dahi Wira berkerut dalam ketika melihat dokter Rio datang menemuinya sepagi ini. Tidak biasanya, pikir Wira. Lalu tanyapun ia embuskan demi mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya. “Ada apa?” Rio yang tadinya gugup semakin merasa gugup saja. Dia benar-benar nekat melakukan ini demi keamanan Ziya. Tidak dirinya jaga lagi janjinya terhadap Dias untuk merahasiakan keadaan Ziya karena menurut Rio, Pak Wira berhak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Rio melangkahkan kakinya lebih dekat menuju Wira. Ia pun memberanikan diri untuk membalas tatapan dari atasannya itu. “Ada yang ingin saya sampaikan, Pak,” ucapnya memulai pembicaraan. Dahi Wira semakin berkerut melihat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN