Bab 11. Ada Luka

1129 Kata

*** Seharusnya, Dias tahu Wira hanya akan mengangguk singkat atas laporan terbarunya. Tentang Ziya yang nekat pura-pura menjadi bagian dari pasien rumah sakit ini, nyatanya tak membuat Wira marah besar padanya. Wira hanya mengiakan dan meminta Dias untuk selalu mengawasi putri semata wayangnya itu. Alih-alih meminta Ziya untuk mengakhiri kekanakannya. Dias pun hanya sanggup mengiakan apa yang Wira inginkan. Baginya, menolak perintah Wira sama saja dengan tidak tahu terima kasih. Membantah keinginan atasannya itu sama saja dengan tidak tahu diri. Oleh karena itu, Dias hanya bisa menuruti segala perintah Wira. Meski kekhawatirannya semakin besar terhadap Rara akibat kehadiran Ziya. Keluar dari ruangan Wira, Dias langsung menuju bangsal yang Rara tempati. Kekhawatirannya teramat nyata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN