Bab 20. Kesayangan Dias

1083 Kata

*** Seharian ini Ziya benar-benar lesu. Jawaban Dias kemarin membuatnya kepikiran. “Pasien bukan, teman juga bukan! Finally, Dias ngaku kalau aku musuh bebuyutannya,” Ziya menghela napasnya dengan berat. Entah kenapa Ziya sedikit terganggu dengan gagasan itu. Bukan karena ia ingin menjadi teman Dias, tapi setidaknya Dias harus melihatnya sebagai pasien di sini. Namun, lelaki itu malah memusuhinya dan menghambat rencananya. Jika mereka bisa lebih dekat, mungkin impian Ziya untuk mendapat perhatian lebih dari asset RSJ Wija yaitu Mas dokter ganteng akan lebih mudah. Kalau sediki-sedikit dihalangi, mana mungkin Ziya bisa merealisasikan rencana manisnya selama sebulan ini. Sekarang Ziya mulai bosan. Dirinya merasa terkurung di tempat menyebalkan ini. “Kenapa aku nggak melanggar aturan a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN