*** Dias sedang membantu Rara menghabiskan sarapannya ketika pintu tiba-tiba saja terbuka dari luar. Tidak seperti kebanyakan orang, Dias hanya menghentikan kegiatannya sekejap tanpa menoleh untuk memeriksa siapa yang datang. Bukan tidak peduli, tetapi Dias merasa cukup aman sehingga tak perlu menolehkan kepalanya. Hal itu sudah menjadi kebiasaannya. Apalagi Dias sudah tahu siapa yang tiba-tiba menghampirinya. “Akhirnya aku nemuin kamu, Yas,” Bagi Dias suara itu cukup menegaskan tentang tebakannya. Siapa lagi yang mencarinya dan berkata seperti itu jika bukan Riana, dokter baru yang kabarnya sudah berembus sejak seminggu yang lalu dari Pak Wira. Dias menarik salah satu sudut bibirnya. Ia menyudahi sarapan Rara sebab nasi di piringnya sudah habis tak bersisa. Riana mengembuskan nap

