*** Tak ingin menunda waktu, sepulang kerja Dias segera mencari alamat yang Rio berikan padanya untuk menemui Pak Wira. Rio mengatakan itu adalah vila. Dias memang tak bisa menghubungi Pak Wira, tetapi mungkin Rio sudah memberitahu Pak Wira bahwa hari ini Dias langsung ingin menemuinya. “Ternyata benar ini vila,” komentar Dias setelah ia menemukan alamat yang Rio berikan. Dias pun memarkirkan mobilnya tak jauh dari Vila tersebut. Ia berjalan agak beberapa langkah untuk sampai di bibir vila. Napasnya berembus lega ketika akhirnya kakinya berada di depan pintu utama vila tersebut. Perasaan asing menyelimuti Dias begitu ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Ini pertama kalinya Dias mengenal tempat ini sejak dekat dengan Pak Wira. “Baiklah, saatnya mengetuk pintu,” ucap Dias meyakinkan dirin

