Extra Part 1 : CARISSA, MARRY ME ?

1315 Kata

Carissa menarik napas dan mengembuskannya dengan keras. Ia memandangi dua orang pemuda di hadapannya sambil menggeleng-gelengkan kepala dan tak henti-hentinya bersungut-sungut. “Marry me. Marry me?” Mario tidak ambil pusing dengan sikap Carissa. Fokusnya benar-benar ada pada mangkuk coto di hadapannya. Itu sudah mangkuk kedua dan ia telah menghabiskan hampir sepuluh ketupat. Bungkus ketupat itu kini berserakan di meja mereka. Ia mempersilakan Gemma dan Carissa menyelesaikan permasalahan di antara mereka tanpa mempedulikan keberadaannya. “Anggap saja aku patung, oke,” kata Mario sebelum menyantap coto Makassar. Sementara Gemma tidak bisa menahan diri untuk terus mengembangkan senyum melihat kekesalan yang nyata tergambar di wajah istrinya itu. Ia telah menerobos masuk ruang meeting Caris

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN