Ellena mengernyitkan kening. Ia sedang merapikan kubikel miliknya dan bersiap pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WITA dan suasana kantor sudah tampak lengang. Tapi yang membuat Ellena heran adalah keberadaan Abian yang menekuri salah satu jendela yang menghadap ke lepas pantai. Sudah hampir setengah jam pemuda itu berdiri di sana melihat entah apa ke luar jendela. Ellena beranjak dan menghampiri pemuda itu. “Bi, ngapain? Tidak pulang?” Abian melihat ke arah Ellena sekilas sambil menggeleng. Ia mengembalikan lagi pandangannya ke lepas pantai membuat Ellena ikut memandang ke arah yang sama. Laut di malam hari dengan titik-titik cahaya yang berasal dari bangunan di seberang atau dari perahu-perahu nelayan. “Lagi memikirkan apa? Carissa?” Ellena bertanya hati-hati. Carissa menghub

