Bukti Kebucinan

1008 Kata

Anna menatap jendela kamar rawat miliknya. Tiga hari berlalu dia lewati sendiri. Dia hanya duduk di ranjang rumah sakit sambil menatap ke luar. Dokter bilang kondisinya semakin membaik, dan jika terus membaik dia bisa segera pulang. Pulang? Kemana dia harus pulang, dia tak punya rumah. Dia juga tak mau kembali ke rumah Adam. Apalagi setelah tahu jika pria itu hanya mempermainkan perasaannya. Lihat saja bahkan pria itu tak berusaha mencarinya. Seharusnya jika dia memang mencintainya bukankah harusnya Adam bersikeras mengejarnya? Anna membuka ponselnya, lalu melihat laman penjualan rumah atau apartmen untuk dia tinggali nanti, hingga matanya tertuju pada rumah minimalis dengan taman kecil di depan rumah. Lokasinya cukup strategis dengan akses dekat jalan raya juga masih di sekitar sana.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN