“Apa?” Adam masih menatap dengan berkerut tajam. Dia seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. “Aku sadar kalau pernikahan ini mungkin gak akan berhasil. Jadi aku putuskan untuk bercerai.” Dada Adam bergemuruh dengan nafas yang berat. Entah kenapa dia tidak suka mendengarnya padahal jika Anna bercerai darinya bukankah dia bisa bebas menjalani hidupnya tanpa mata- mata Rima. “Kamu pikir ini hanya tentang keputusan kamu?” ucapnya. “Ya makanya aku bilang sekarang sama kamu. Aku yakin kamu senang toh selama ini kamu juga gak peduli sama aku?” Tatapan Anna penuh keyakinan. Lebih cepat dia lepas dari Adam lebih bagus. Dia bisa mati dengan tenang. Jangan lupa dia harus minta kompensasi yang banyak. Setidaknya sebelum mati dia bisa bersenang-senang. “Apa tujuan kamu sebenarn

