Dita menghela nafas di kamarnya. Dia sangat tidak mengerti dengan Juna. Bagaimana bisa Juna senekat itu? Tapi tidak dapat dia pungkiri, Dita memahami apa yang dirasakan Juna untuknya. Juna terlalu mencintainya, itulah penyebab Juna tidak dapat melupakannya. Sebenarnya Dita pun sama, hanya saja Dita bisa lebih mengontrol dirinya untuk menahan diri terhadap Juna. Saat Dita melamun di kamarnya, dia mengambil ponselnya. Dia melihat ada pesan, Dita membuka dan melihat foto apa yang dikirim temannya itu. Dita sangat kaget, pesan gambar itu memperlihatkan Jeno yang sedang makan siang dengan seorang perempuan. Siapa perempuan itu? Ya... siapa lagi jika bukan Anya. Foto itu memperlihatkan suaminya yang sedang duduk santai disebuah Cafetaria. Tidak ada apa-apa, keduanya nampak duduk normal. Dit

