Hari sudah malam ketika Ibu Diana menjadi penengah kisruh hubungan menantunya dengan putranya. Jeno dan Dita sudah ada di kamar mereka. Dita menatap Jeno, begitu juga sebaliknya. Mereka berdua mencoba memahami satu sama lain. Dita bersandar di pelukan Jeno. Mereka mengobrol dari hati ke hati. "Dita, aku harap kamu jangan cepat salah faham denganku. Selama kamu jadi istriku, aku tidak akan macam-macam dengan wanita lain. Aku tidak ingin menyakiti kamu dan tidak akan pernah melakukannya," ucap Jeno dengan serius. "Sungguh seperti itu? Aku takut kamu berpaling dariku dan memilih yang lain," balas Dita dengan suaranya yang lemah. Seperti dia sudah lelah tanpa tenaga. "Untuk apa berpaling. Jika mau, aku akan melakukannya sejak dulu. Kamu itu cinta pertamaku, cinta masa kecilku. Kamu ta

