Dita dan Pak Artama makan lebih malam lebih dulu. Mereka berjalan ke arah ruang makan dan meminta pelayan rumah menyiapkan makan malam mereka. Pak Artama duduk dengan Dita. Mereka mulai menyendok nasi dan lauk pauk di meja. Dita mulai menikmati makan malam itu begitu juga calon mertuanya. Ketika mereka serius makan. Tiba-tiba saja Pak Artama mengucapkan sesuatu. Dita sangat kaget mendengarnya. "Dita, kamu akan segera menikah. Mulai Minggu depan kamu tidak boleh keluar rumah. Kamu dan Juna tidak boleh bertemu satu sama lain karena ini bentuk dari pingitan. Dan satu lagi, kamu mau anak berapa? Papa harap kamu akan memberikan papa cucu yang banyak," ucap Pak Artama. Tentu saja Dita kaget mendengarnya bahkan hampir tersedak karena ucapan itu. Dita bahkan tidak sadar bahwa pernikahannya

