Tak terasa seminggu sudah berlalu, Dita dan Jeno tengah berkemas mengepak barang-barang yang akan mereka bawa untuk honeymoon mereka. "Dita, kenapa begitu banyak barang yang kamu bawa? Kita itu mau honeymoon bukan mau pindah rumah." Jeno menatap semua barang yang dikemas Dita ke dalam koper. "Namanya perempuan, ya, banyak yang harus dibawa mas." "Iya, tapi bawa saja seperlunya. Kita bisa beli di sana kalau ada kebutuhan yang tidak kamu bawa," kata Jeno yang masih menatap ngeri isi koper istrinya yang penuh padat. "Di sana pasti mahal. Aku tidak mau buang-buang uang papa dan mama untuk beli barang-barang itu," sahut Dita masih dengan tangan yang sibuk di kopernya. "Tapi kamu punya aku. Aku suami kamu, kamu bisa beli apapun yang kamu inginkan dengan uangku. Kamu harus tau satu hal,

