Chapter 57

1148 Kata

“Apa menurut kamu, Aya akan berhenti setelah ini?” tanya Kalila sambil menyimpan kembali kotak P3K itu di tempatnya semula. Lalu, dia duduk kembali di samping Matteo. “Kak Aya sepertinya benar-benar menyukai kamu.” Kalila tersenyum geli pada Matteo. Matteo hanya memutar bola matanya malas. “Aku tahu aku memang tampan, tapi tingkahnya itu benar-benar tidak bisa ditoleransi lagi.” Kalila menunduk ketika merasakan tangannya digenggam erat oleh Matteo. “Tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja. Ini adalah kali pertama dan terakhir seseorang bisa melukai aku.” Matteo berujar dengan gurauan di ujung kalimatnya. Tanpa sungkan, dia mengecup punggung tangan Kalila. Membuat semburat merah mulai menjalar di pipi Kalila. “Aku tidak mengkhawatirkan kamu,” ujar Kalila masih dengan tatapannya yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN