Rianna merasa bahwa apa yang terjadi malam kemarin, seharusnya diceritakan pada Atlas. Memang pertemuannya dengan Kalila tidak ada hubungannya sama sekali dengan Atlas, tapi tetap saja lelaki itu berhak tahu bagaimana keadaan adiknya. Rianna tidak tahu apakah Atlas memang menyembunyikan keberadaan Kalila darinya atau memang gadis itu yang pergi sendiri. Tapi, satu yang ia sadari, hubungan keluarganya sendiri memang tidak baik-baik saja. “Atlas, Mama ingin bicara.” Rianna menahann Atlas yang sudah siap untuk pergi ke kampus. Lelaki itu sudah menggendong ransel hitamnya di sebelah bahunya dan akan melangkahkan kakinya menuju pintu rumah, menghiraukan Rianna yang kini sedang menyantap sarapannya dan juga sudah menyiapkan sarapan untuk Atlas. Atlas mendengus kesal. Dia membalikkan badannya

