Ryena tersadar dari tidurnya setelah hilang kesadaran dalam waktu yang sedikit lama. Satu infus di tangan kanan dan tangan kirinya ada selang transfusi darah di mana ia sedang mendapatkan asupan darah. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah Adimas yang tersenyum begitu ia tersadar dari tidur lamanya. Kepalanya masih sedikit terasa pusing namun ia memaksakan diri supaya bisa duduk. "Papa?" Ryena sedikit terkejut. "Iya, sayang. Papa di sini," balas Adimas yang mulai mengusap surai milik Ryena lalu mengecup kening putri terkasihnya tersebut. "Maafin, Papa. Kali ini Papa akan jaga kamu di sini. Kata dokter, kondisi kamu mulai membaik, dan bisa pulang besok siang kalau gak ada halangan. Karena darah kamu lagi diperiksa lagi di lab, dan hasilnya keluar besok." "Rio kemana, Pa?" tanya Ryena.

