Kabar sang putri pingsan dikabarkan langsung oleh Rio kepada Adimas, dan sang ayah tanpa berpikir dua kali langsung menuju ke rumah sakit di mana Ryena dirujuk ke ruang UGD. Melepas jas dokternya dan berlari dengan perasaan tak karuan, Adimas cemas jika sesuatu terjadi— yang lebih buruk kepada Ryena, maka ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri. Adimas bertemu dengan sang putra, Rio, tengah berdiri di depan pintu dan menunggu dokter selesai memeriksa keadaan Ryena. Ada Bu Asri dan Pak Jarot yang menemani Rio di sana dalam keadaan sama sama cemas. "Semuanya akan baik-baik saja, Pa. Jangan khawatirkan dia, Rio yakin kalau Ryena hanya mimisan dan pingsan biasa saja. Dia pasti akan sadar, dan sembuh lagi," kata Rio berusaha menenangkan papanya yang sudah menatap sayu— ruang IGD menjadi tempat

