SEQUEL – 15

1500 Kata

Rangga berjaga jarak lebih jauh antara ia dengan Papanya dan juga si kembar. Ia mendekatkan diri kepasa seorang pengawal dan meleletakkan ujung pistol di kulit kepala. Rasanya ia sudah hampir mati rasa. "Saya tidak main-main. Saya tahu anda mafia yang kejam, kali ini berilah saya belas kasih untuk membebaskan keluarga saya." "Aku juga tidak mau menuruti ucapanmu, bocah. Karena sekali aku bilang kalian semua mati, maka kalian akan tetap mati." "Demi Mama saya, jangan bunuh adik-adik saya." Rangga semakin menekan pistol tersebut, ia memejamkan mata dan kembali dia buka. "Kesempatan ini begitu langka, bukan? Jangan membuat ini semakin rumit dan tidak jelas. Ada kesempatan yang tidak mungkin didapatkan sebanyak dua kali. Satu tubuh ini berisikan empat nyawa, anggaplah begitu saja." "Ck, ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN