“Tanya dong ke anak OSIS.” Ayu memberi saran sambil cengar-cengir. Sekar dan Lilis berbarengan membelalakkan mata mereka. “Ogah, ah males,” celetuk Sekar. Aku pun tersenyum melihat reaksinya. Lilis pun juga menyetujui. Mata kedua orang itu pun tambah belotot saat Ayu mengeluarkan cokelat untuk mereka. “Nih, makan!” suruh Ayu sambil senyum. Tak butuh untuk berpikir, Sekar dan Lilis langsung mengambilnya. “Maaciw, Baby!” Lili manyun sambil menempelkan cokelat pemberian dari Ayu ke pipinya. Sedang si Sekar langsung membuka bungkusnya dan langsung dia makan. Namun, tak terasa waktu sudah menunjukkan jam masuk. Kami pun tertawa melihat wajah kocak Sekar yang sepertinya tidak suka atas kedatangan guru ke kelas. “Ya, belum juga habis,” katanya. Dia

