Dia semakin mendekat akan tetapi wajahnya tidak bisa kulihat. Sampai ada seorang perempuan memanggil dirinya. “Ketua!” panggil perempuan itu. Si lelaki lalu berhenti dan menoleh padanya. Mereka pergi. Lelaki itu melihatku sekilas. Hey, dia siapa? Apa aku mengenalnya? Aku pun berlari mengikuti mereka. “Hey, tunggu!” Aku berteriak-teriak. Sampai aku berada di kerumunan orang-orang. Apa ini? Semua orang membawa spanduk. Ricuh sekali. Aku berada di tengah-tengah orang yang sedang demo. Dan aku terbangun dari mimpi aneh itu. Aku menelan salivaku. Rasanya tenggorokkanku serak. Mimpi yang sangat aneh. Apalagi saat Reni bilang padaku untuk merestui hubungannya dengan Malik. Huft, ini refleksi dari dunia nyata karena sebelum tidur aku memikirkan hubungan m

