Ketika itu hari masih pagi, saat Pelita berdiri dengan melipat tangannya di belakang tubuh, tengah memberi teguran pada seorang anak lelaki berumur lima tahun yang baru saja membuat menangis salah seorang temannya. "Memangnya dia salah apa sampai kamu harus memukulnya?" tanya Pelita. Nadanya tidak tinggi, namun tegas. Matanya menatap lurus anak kecil yang sempat mendongak padanya namun kemudian langsung menunduk. "Dia gangguin Maudy, Bun." Sadar jika dirinya salah menyebut nama panggilan, ank itu langsung menutup mulutnya dengan tangan. "Bu," rakatnya cepat. Pelita mengulum bibir, memalingkan wajah agar anak itu tidak melihat jika dia sedang berusaha menahan tawa. "Maudy diapakan?" tanya Pelita lagi kemudian. Anak lelaki dengan potongan rambut rapi dan warna kulit yang putih terang it

