Duka itu masih menutup rapat kebahagiaan yang seharusnya bisa dirasakan oleh dua orang yang baru saja menikah. Pelita lebih banyak diam dan murung, sering kali melamun yang malah membuat Gibran kesulitan untuk mengajak istrinya berbicara. Namun Gibran juga tidak ingin mengeluh, dia paham betul bagaimana perasaan Pelita, karena duka yang dia punya sama besar dengan yang istrinya punya. Sudah lewat tiga bulan semenjak kepergiaan Atala, meskipun pernikahan antara dirinya dan Pelita memang berjalan baik-baik saja, bahkan berjalan sebagimana pasangan yang baru menikah dimana Pelita menjalankan semua tugasnya sebagai seorang istri termasuk melayani kebutuhan batin Gibran, tapi Gibran masih bisa menyadari jika ada rasa yang mengganjal di hati istrinya. Pelita masih belum bisa merelakan kepergi

