“Diva ada di toilet.” Adalah kalimat pertama yang diucapkan Aaron pada Samudra. Samudra melirik sekilas, kemudian melanjutkan mencatat sesuatu di buku tugas. Sesekali ia mencocokkannya ke buku paket yang terletak di meja. Kelas Samudra cukup hening sebab mereka tengah diberi banyak tugas oleh guru yang absen pada jam pelajaran tersebut. Meski sesekali terdengar gumaman dan obrolan rendah di beberapa titik, namun Samudra tidak ikut bergabung dengan mereka. Alasannya karena Samudra ingin cepat menyelesaikan tugasnya dan langsung bermain game sepuas hati. “Samudra, saya lagi ngomong sama kamu. Diva butuh bantuan.” Sekali lagi Aaron berkata dengan harapan agar Samudra cepat memberi respon. “Enyah dari sini dasar hantu kurang kerjaan,” gumam Samudra. Hal yang membuat Aaron langsung sewot.

