Diva mengunci diri di bilik toilet karena ia datang bulan. Seperti biasa, kedatangannya memang sebagian besar akan tanpa peringatan, tiba-tiba banyak keluar hingga tembus ke rok atau celana. Begitu pun dengan Diva saat ini. Ia dilanda kebingungan, bagaimana cara ia berkeliaran di sekolah jika rok bagian belakangnya ada noda da-rahnya? “Aduh ... giman nih?” gumam Diva. Yang gawatnya lagi, ponselnya ada di tas dan tidak dia bawa saat ini. Menghela napas, Diva duduk di atas duduk di atas dudukan toilet. Menunggu, kalau-kalau nanti ada siswi yang masuk, ia akan meminta tolong. Harapan Diva cepat sekali terkabul. Karena samar-samar ia mulai mendengar suara langkah kaki mendekat. Terdengar pula obrolan ringan dan tawa cekikikan dari mereka. Diva tersenyum. Berdiri dan langsung keluar dari

