Chapter 48 - Pamit

1834 Kata

Sejak awal masuk ke pasar malam, iris mata Diva sudah tertuju ke arah wahana-wahana permainan yang ada. Karena waktu sudah menunjukkan pukul enam malam, suasana pasar malam cukup ramai. Para pengunjung mulai berdatangan. Entah itu dengan teman, kekasih, keluarga atau mlaha sendirian. “Kita naik itu dulu yuk!” ajak Diva dengan antusias. Ia menunjuk pada sebuah wahana berbentuk kapal yang mengayun ke kanan dan ke kiri. Samudra mengerjab, kemudian mengangguk saja. Menuruti kemauan Diva. Tanpa mengantri, mereka langsung bisa naik. Sengaja mengambil tempat duduk di bagian paling belakang, mereka berdua berteriak kencang saat wahana dijalankan sebab rasa menggelitik di perut masing-masing. Lima menit kemudian permainan selesai. Rambut Samudra dan Diva jadi sedikit berantakan sebab tersapu an

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN