Diva menghela napas dalam sambil menatap sebuah pohon beringin besar di taman belakang sekolah. Biasanya ia melihat Aaron ada di sana, mengobrol dengan teman-teman tak kasat mata yang tidak bisa Diva lihat. Sering kali, Diva juga menghabiskan waktu istirahat di sana sambil mengobrol dengan Aaron setelah memberikan bekal makan siangnya pada Samudra. Tapi sekarang apa? Diva duduk sendirian di gazebo. Tercenung memikirkan waktu-waktu bersamanya dengan Aaron. Siapa sangka jika sejak kepergiannya, Diva terus terbayang dengan sang dewa tersebut? Ada satu sudut dalam hati yang merindukan Aaron. “Dia beneran pergi ya?” gumamnya pada diri sendiri. Ini sudah lewat tiga hari dan Aaron benar-benar tidak pernah muncul di mana pun. Bahkan di apartemen Samudra sekali pun. Menghela napas sekali lagi,

