Chapter 36 - Detak Jantung

2179 Kata

Setelah memasukkan pakaian kotor Samudra ke dalam keranjang, Diva turun ke bawah sambil membawa mangkuk dan gelas bekas makan Samudra. Ia sedang mencuci alat-alat tersebut ketika bel apartemen Samudra berbunyi. “Sebentar!” Refleks saja Diva menjawab. Bel berbunyi lagi tak lama kemudian dan Diva cepat-cepat mengeringkan tangan. “Iya, tunggu!” teriak Diva. Meski itu percuma sebab dari luar suaranya tidak mungkin terdengar. Sempat Diva mengecek siapa yang bertamu melalui layar interkom dan dahinya mengernyit sebab rasanya wajah tersebut tidak asing di mata Diva. Bel pun berbunyi untuk ketiga kalinya, dan tanpa pikir panjang Diva langsung membuka pintu. “Kamu!” tunjuk Diva dengan pandangan tidak percaya. Astaga, mimpi apa dia semalam? Bisa bertemu model dan bintang iklan di sini?! “Teu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN