Berlibur sehari. Maka pekerjaan menumpuk layaknya sebulan. Itulah yang Rian rasakan begitu masuk ke dalam ruangannya dan menemukan map yang bertumpuk sampai ke atas. Lelaki itu menggelengkan kepalanya takjub. Selama Rian bekerja di sini, rasanya baru kali ini Rian melihat map yang menumpuk setinggi itu. Bahkan rak buku saja mungkin akan penuh dengan map di mejanya. “Sudah datang kembali, Bapak Rian. Kebetulan sarapan, makan siang dan makan malamnya sudah saya urutkan. Semoga selesai hari ini ya, Bapak Rian.” Rian mendelik pada Akbar yang sengaja mengejeknya. Rian seharusnya tidak aneh dengan penampakan map yang menggunung. Tapi melihat itu semua dengan mata kepalanya sendiri, membuat Rian sudah malas lebih dulu sebelum mengerjakannya. “Filenya udah ketemu?” tanya Rian dan menatap Akba

