Ke - 16 (Kebenaran Baru)

1345 Kata

“Masih mual?” Angel menggelengkan kepalanya dan menatap Rian dengan wajah sayunya. Walau perutnya masih terasa tidak enak, setidaknya berada di dalam mobil sedikit membuat Angel lebih baik. Gadis itu membarkan tangan Rian yang mengusap lehernya dengan minyak angin. Aroma amis yang dibawa keduanya juga kini sudah memudar karena bau minyak angin. “Udah aja dulu, Bang. Angel mau makan ikannya.” Rian mengangguk. Lelaki itu mengambil bungkusan kotak yang dibuat seperti kotak mochi. Bertumpuk dan dari kayu. “Bagus tempatnya. Berasa di tempatnya langsung,” puji Rian dan membuka satu kotak paling atas yang memang sudah sedikit terbuka. Mata Rian dan Angel langsung terbuka bahagia melihat bagaimana mengkilapnya ikan hasil potongan Jayyen. “Kayanya dia chef internasional, deh. Pinter banget!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN