RINDU 30 - SETITIK CAHAYA

1431 Kata

Tadinya aku mengira kalau Ical akan mengajakku kencan di tempat-tempat romantis. Namun mobil yang di kendarainya mulai memasuki sebuah gedung mewah dangan banyak karangan bunga di mana-mana. Aku tak sempat membaca salah satu dari karangan bunga itu selain ucapan selamat dengan menggunakan bahasa Inggris. Kami turun dan membiarkan seorang security memarkirkan mobil Ical agar kami tidak berjalan jauh. "Ini di mana?" tanyaku pada Ical. "Udah ayo ikut aku." katanya. Akupun menurut dan berjalan di sisinya. Aku mulai menoleh ke kanan membaca keseluruhan karangan bunga tersebut. Ternyata pemilik hotel yang kini kupijaki hari ini meresmikan hotelnya dengan dihadiri banyak orang yang kujamin semuanya dari kalangan atas. Tunggu! Berarti? BUGGH! Karena keteledoranku aku menabrak punggung Ica

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN