"Dari kantor, Za. Tadi ada urusan mendadak." jawabnya. Kami kembali melanjutkan perjalanan. Ke parkiran tentunya. Aku tidak ingin berlama-lama di kampus karena beberapa alasan yang pastinya akan membuat mood-ku lebih buruk kalau aku ceritakan. "Ngantor? Demi apa, Cal?" tanyaku tak percaya. "Kalau iya kenapa emangnya?" tanyanya. "Hahahaha di kantor jadi apa? OB?" kataku. Asal. Ical menahan senyum. Dasar orang gila. Dikatain malah senyum. "Kamu mau emang calon suaminya OB?" katanya penuh smirk. "Nggak mau lah." seruku sambil bersungut-sungut. "Yaudah." katanya. Dia kembali berjalan kali ini mendahuluiku. Aku terdiam, mencoba mencerna kata-katanya. "Ical, tunggu dong! Maksudnya apa si?" kataku setengah berlari ke arahnya. *** Aku mematut wajahku di cermin kamar. Menggembungkan pipik

