RINDU 28 - SIAPA?

963 Kata

Sepanjang menunggu Ical datang aku merasa kalut. Cemas. Dan malu. Aku merutuki kebodohanku. Aku merutuki kenapa Mama tidak ada di rumah dan aku merutuki kenapa aku berani sekali meminta bantuan yang sifatnya sangat intim. Bolehkah kusebut seperti itu? Bel Rumahku berbunyi. Menandakan ada seseorang yang datang. Aku buru-buru turun, dalam hati berdoa semoga Icallah yang datang, urusan malu nanti saja. Dan doaku terkabul. Setelah membuka pintu, Icallah yang ada di hadapanku. "Assalamu'alaikum." "Waalaikumsalam." Ical menyodorkan plastik berlabelkan sebuah mini market. Aku buru-buru mengambilnya. "Thank you, Cal. Sorry.." kataku tak enak hati. "Iya nggakpapa. Masuk gih. Aku balik dulu Assalamu'alaikum." "Waalaikumsalam." Kataku. Lalu setelah menyunggingkan senyumnya Icalpun pergi. *

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN