Untuk kesekian kalinya aku mendengar seseorang melanyunkan ayat-ayat Al-Quran dengan suaranya yang khas. Aku penasaran siapa pemilik suara itu. Akupun bangun. Pergi menuju balkon. Suara itu memang dari sana namun yang jadi masalah adalah siapa pemilik suara emas itu? Dihadapanku hanya ada kamar Ical. Apa benar itu suara Ical. Memang si Ical lulusan pesantren tapi masa iya suaranya dia bisa bagus begitu. Selama ini dia biasa aja ah suaranya. Karena penasaran aku terus mengamati kamar itu berharap gorden itu tersibak oleh angin agar aku bisa memastikan apa benar suara merdu itu milik Ical atau bukan. aku terus memandang balkon itu tanpa kedip. "Ngapain, Za?" tanya Ical. "Lho? Kok? Eh.." aku kebingungan. Sejak kapan Ical di sana? Dan kemana perginya suara itu. "Tadi elo yang ngaji?" tanyak

