Beginning
Galaxy System
Tahun IV
Kalender Federasi Bintang
Karena perang besar antar negara dan invasi spesies dari planet lain, maka dunia memiliki tatanan yang baru. Dimana setiap orang bebas tinggal di negara manapun jika memang ia memiliki uang atau ada yang menjaminnya. Sehingga ia tidak terlantar atau menjadi penjahat yang akan memalukan negara aslinya.
Selain itu, setiap orang didunia ini memiliki bahasa baru selain bahasa negara asli mereka.
Yaitu, bahasa federasi dunia.
Bahasa yang digunakan oleh federasi dunia adalah bahasa Indonesia. Mata uang yang digunakan adalah dollar.
JAKARTA
Merupakan salah satu kota megapolitan terbesar didunia ini. Didalamnya banyak suku, etnis dan ras bangsa dari berbagai negara. Belum lagi banyaknya pulau-pulau buatan yang mengelilinginya.
"Sial, aku terlambat"
Seorang pemuda berlarian dijalanan ibukota yang begitu ramai. Nafasnya terputus-putus hingga rasanya mau mati. Kakinya terus bergerak tanpa mengenal lelah.
Hidup dikota besar sangatlah sulit, itulah mengapa ia hanya bisa berlari karena tidak mempunyai uang untuk naik moda transportasi yang ada di kota ini. Sebenarnya angkutan dikota ini sudahlah murah dengan subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Kendaraan milik pemerintah semua menggunakan kartu virtual dan harus memiliki saldo didalam kartu itu.
Bagi pemuda yang hidupnya pas-pasan seperti dirinya. Daripada uang itu berdiam diri didalam sebuah kartu, lebih baik ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Beruntungnya, sekolah tempat ia belajar memiliki asrama. Sehingga ia tidak pusing untuk tempat tinggal.
Kini ia tengah berlari untuk interview disebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan.
"Akhirnya sampai"
Ucapnya sambil mengatur nafas dan mengelap keringat didahinya.
Kini ia berdiri disebuah gedung yang bertuliskan "Star Moon Restaurant"
Ini adalah restaurant bintang 7 di kota ini. Restaurant yang harganya sangat-sangat mahal. Hanya pejabat dan keturunan sultan saja yang bisa makan ditempat ini. Rakyat jelata jangan berharap makan di tempat ini, karena harga makanan dan minuman di tempat ini sangat fantastis.
Tanpa ragu setelah menghela nafasnya pelan, Ia lalu memasuki gedung tersebut. Melihat ada pemuda berpakaian biasa saja membuat penjaga tempat itu langsung berdiri menatapnya.
"Berhenti, ada keperluan apa kau datang kesini. Kami tidak menerima sumbangan"
Kata penjaga pintu dengan tatapan merendahkan.
'Orang miskin, mau apa kesini' Batin penjaga pintu.
"Maaf, Saya ingin melamar kerja"
Jawab pemuda sederhana itu meski ia telah sedikit direndahkan, namun ia masih mau menjawabnya dengan sopan.
"Oh jika kau ingin melamar kerja, kau bisa lewat pintu belakang. Kau jalan kebelakang gedung ini nanti ada pintu kecil. Kamu tanyakan pada penjaga disitu"
"Oh, baiklah kalau begitu. Terima kasih"
Pemuda itu segera pergi meninggalkan penjaga pintu restoran.
Penjaga pintu hanya mendengus tanpa melihat wajahnya.
"Hahh, Baru jadi penjaga pintu saja sudah sombong" Kata pemuda tersebut pelan. Ia tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan pria yang sangat menyebalkan seperti itu.
Sambil ngedumel, Ia lalu berjalan menuju pintu belakang gedung.
Ia sedikit kaget ketika sampai dibelakang gedung. Ternyata dibelakang gedung sudah ada antrian. Tanpa ragu, ia kemudian berdiri di barisan paling belakang.
"Hei kawan, apa kau mau melamar disini juga. Sepertinya kau sangat muda"
Kata seorang pemuda didepannya.
"Ah iya, saya masih sekolah"
"Woww, luar biasa. Siapa namamu" Kata pemuda didepannya mengajak berkenalan. Ia tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan anak yang masih sekolah.
"Nama saya Azka"
"Kenalkan namaku Jimy, kau bisa memanggilku Jim" Karena dirasa mereka berdua satu server, maka mereka langsung menjadi akrab. Mereka berdua terus mengobrol sampai akhirnya giliran mereka dipanggil.
>>>
Sudah sebulan lamanya Azka bekerja direstoran itu. Setiap pulang sekolah ia akan berlari ke tempatnya bekerja. Ia mengambil shift malam dan baru bisa pulang sekitar jam 10 an.
Azka memutuskan bekerja karena kebutuhan ekonomi keluarganya. Ia berasal dari desa, walau negara sudah sangat maju dengan banyaknya pertukaran teknologi dan perpindahan warga negara. Namun, tetap saja masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Beberapa bulan lalu ibunya yang tinggal di desa menelponnya. Ibunya berkata bahwa adiknya butuh uang untuk bayar biaya ujian. Bagi sebagian orang biaya ini sangat murah, tapi bagi keluarganya itu tetap saja berupa uang yang harus dibayar.
"Semua saya balik duluan"
"Yo Azka, hati-hati" Kata Jim yang kini bekerja bersama Azka.
Setelah balik kerja, Azka berjalan seorang diri dijalanan ibu kota. Walau jam menunjukkan sudah pukul 11 malam, tapi dikota ini tetaplah sangat ramai. Masih banyak orang yang melakukan kegiatan di malah hari.
Bukannya pulang, Azka justu kembali bekerja menjadi kuproy. Bahkan, hal ini sudah dilakukannya selama sebulan.
"Kau datang Azka, ayo kita lanjutkan pekerjaan kemarin"
"Siap bos"
Para senior ditempat ini sangatlah baik kepadanya. Mereka sangat mengagumi kegigihan Azka dalam bekerja demi keluarganya. Menjadi Kuli Proyek adalah perkerjaan yang sangat berat. Awalnya ia tidak diterima bekerja disini, tapi setelah mendengar alasannya mereka akhirnya mau menerimanya.
"Azka, sekarang bantu aku dilantai 50"
"Siap bos"
Azka selalu menjawab permintaan bosnya dengan sopan tanpa pernah mengeluh.
Bersama si bos lalu bersama-sama naik kelantai 50.
"Angin disini kencang berhati-hatilah"
"Baik Bos"
Bos yang dipanggil Azka ini adalah Orang kepercayaan perusahaan konstruksi tersebut. Hampir semua pekerja sangat mengaguminya, karena bos ini merupakan bos yang sangat baik pada para pekerja.
Tanpa ragu bos juga ikut bekerja layaknya kuli yang lain. Juga, ia sangat baik kepada Azka. Bahkan Azka sudah dianggap seperti anaknya sendiri.
Entah kenapa malam ini angin sangat kencang dan udara begitu dingin. Banyak tiang-tiang yang juga ikut bergoyang terkena angin.
"Angin ini sangat kencang, Azka kamu sebaiknya turun kembali"
"Tidak apa-apa bos, saya sudah terbiasa"
Setelah Azka berkata terdengar teriakan dari orang-orang disekitar mereka.
"Bosss, awassss"
Sebuah besi penyangga bangunan tiba-tiba jatuh dari atas dan menuju ke arah si bos.
Melihat itu Azka reflek mendorong si boss agar tidak terkena besi tersebut. Ia sama sekali tidak memikirkan keselamatannya sendiri.
"Bang!"
Seketika, Besi itu menghantam tubuh Azka.
Merasakan seluruh tulang badannya remuk, Azka menjerit dan langsung tidak sadarkan diri.
"Azkaaa"
Si boss dan beberapa pekerja bangunan teriak bersamaan. Mereka benar-benar khawatir dengan keadaan Azka.
Setelah terkena besi, Azka tidak sadar bahwa dirinya dimasuki cahaya putih.
Dan kini, di dalam ruangan hampa Azka membuka matanya.
"Dimana ini"
Azka menatap sekelilingnya, tapi semua yang dilihatnya berwarna putih.
"Kau berada didalam sebuah system"
Terdengar suara disekitar Azka yang membuat dirinya bingung.
"Siapa kamu"
Azka mencoba mencari asal suara tersebut, tapi ia tidak dapat menemukannya.
Lalu tidak lama terlihat seberkas cahaya, lama kelamaan cahaya itu terbentuk menyerupai dirinya.
"Kenapa wajahmu sama denganku"
Azka bingung menatap makhluk dihadapannya.
"Di tempat ini, aku bisa menyerupai siapapun yang aku mau" Jawab system.
"Apa yang kamu inginkan dariku dan apakah aku sudah mati"
Bahkan Azka merasa bahwa ia telah meninggal, karena kini ia sudah tidak berada di dunia lagi.
"Kamu belum mati, aku menjaga jiwamu dan tubuhmu dari kerusakan"
"Hahhh"
Azka melongo mendengar perkataan makhluk dihadapannya. Baru kali ini ia mendengar adanya hal semacam itu. Bagaimana mungkin ada yang bisa menjaga jiwa.
"Apa kamu bercanda denganku?"
System hanya diam dan tidak mau berdebat dengan Azka.
"Sudahlah, untuk sekarang ini kamu tidak perlu tau. Aku menempuh perjalanan ribuan cahaya untuk memasuki jiwamu ini. Aku adalah system yang akan membantumu"
"Memangnya kamu dari mana? apakah kamu dari planet namek?"
"Hahahaha, kamu ternyata menyukai film itu"
Film dragon ball adalah film jaman dulu, namun sampai dengan hari ini film tersebut masih terus diputar dan di remake ulang. Tentunya, dengan kualitas gambar yang lebih baik.
"Sudah sekarang sebaiknya kamu kembali ke duniamu. Tapi sebelumnya, saya akan memberikan kamu hadiah.
"Apa itu?"
Seketika disebelah Azka ada sebuah roda yang bisa diputar. Dalam roda itu ada lima tulisan yang tersusun dalam garis dan dipaling atas atas sebuah jarum penunjuk.
Tulisannya :
1. Seni Pengobatan Kuno
2. Mata Surgawi
3. Teknik Bayangan
4. Pelindung Garuda
5. Sayap Garuda
"Apa ini"
Azka benar-benar bingung melihatnya. Ia hanya menatap diam melihat roda tersebut.
"Sudah tidak perlu banyak tanya, cepat putar. Kamu tidak boleh lama-lama disini. Karena jiwamu sudah tertidur di sini selama tiga hari"
Tidak mau menunggu lama, Azka lalu memegang roda putar tersebut.
"Baiklah, saya akan memutarnya"
Lalu roda itu berputar dengan sangat cepat. Kemudian roda itu bergerak pelan dan sangat pelan sampai akhirnya berhenti di "Seni Pengobatan Kuno"
"Selamat kamu mendapatkan Seni Pengobatan Kuno, apakah kamu ingin menerima hadiahmu sekarang"
Azka reflek berkata "Iya" dengan sangat pelan.
Seketika, setelah ia berkata seperti itu, otaknya seperti di setrum dengan tegangan tinggi.
Azka menjerit dengan sangat keras dan ia merasakan berbagai macam pengetahuan seni pengobatan kuno memasuki otaknya.
Di dunia nyata terlihat Azka mengerang kesakitan yang membuat perawat yang menjaga Azka kebingungan.
"Dokterr, pasien ruangan isolasi sudah sadar"